Senin, 07 Mei 2012

BEBERAPA PRINSIP HIDUP ORANG JAWA

BEBERAPA PRINSIP HIDUP ORANG JAWA



  1. URIP  IKU  URUP 
    (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat).

  2. MEMAYU HAYUNING BAWANA, AMBRASTA DUR HANGKARA 
    (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak). 

  3. SURA DIRA JAYANINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI 
    (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar) 

  4. NGLURUK TANPA BALA, MENANG TANPA NGASORAKE, SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BANDHA
    (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)
  5. DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN
    (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu). 

  6. AJA GUMUNAN, AJA GETUNAN, AJA KAGETAN, AJA ALEMAN 
     (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudahkolokan atau manja). 

  7. AJA KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi). 

  8. AJA KUMINTER MUNDHAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAK CILAKA 
     (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; jangan suka berbuat curang agar tidak celaka). 

  9. AJA MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAK KENDO (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

  10. AJA ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti). 

  11. ALON-ALON WATON KELAKON
    Filosofi ini sebenarnya berisikan pesan tentang safety. Padahal kandungan maknanya sangat dalam. Filosofi inimengisyaratkan tentang kehati-hatian, waspada, istiqomah, keuletan, dan yang jelas tentang safety. 

  12. NRIMO ING PANDUM 
    Mempunyai makna yang mendalam menunjukan pada sikap Kejujuran, keiklasan, ringan dalam bekerja dan ketidakinginan untuk korupsi. Inti filosofi ini adalah Orang harus iklas menerima hasil dari usaha yang sudah dia kerjakan. 

  13. SAIKI JAMAN EDAN YEN ORA EDAN ORA KOMANAN, sing bejo sing eling lan waspodo. Hanya orang yang ingat kepada Allah (disini saja juga tidak cukup) dan waspada terhadap duri-duri kehidupan yang setiap saat bisa datang dan menghujam kehidupan, sehingga bisa mengakibatkan musibah yang berkepanjangan. 

  14. MANGAN ORA MANGAN SING PENTING NGUMPUL 
    Makan tidak makan yang penting kumpul'. Filosofi ini adalah sebuah peribahasa. Kalimat peribahasa tidaklahtepat kalau diartikan secara aktual. Filosofi ini sangat penting bagi kehidupan berdemokrasi. Kalau bangsa kita mendasarkan demokrasi dengan falsafah diatas saya yakin negara kita pasti akan aman, tentram dan sejahtera.'Mangan ora mangan' melambangkan eforia demokrasi, yang mungkin satu pihak mendapatkan sesuatu (kekuasaan) dan yang lain pihak tidak. Yg tdk dapat apa-apa tetap legowo. 'Sing penting ngumpul' melambangkan berpegang teguh pada persatuan, yangartinya bersatu untuk tujuan bersama. 

  15. WONG JOWO KI GAMPANG DITEKUK-TEKUK.
     Filosofi ini juga berupa ungkapan peribahasa yang dalam bahasa Indonesia adalah 'Orang Jawa itu mudahditekuk-tekuk'. Ungkapan ini menunjukan fleksibelitas dari orang jawa dalam kehidupan. Kemudahan bergaul dan kemampuanhidup di level manapun baik miskin, kaya, pejabat atau pesuruh sekali pun. Orang yang memegang filosofi ini akan selalu giat bekerja dan selalu ulet dalam meraih cita-citanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar